class="tr_bq"> class="tr_bq"> Tempat-Tempat Angker & Keramat di Indonesia | Anak Gapteg

Pages

Jumat, 30 November 2012

Tempat-Tempat Angker & Keramat di Indonesia

AnakGapteg :

1. Petilasan/Makam Ki Ageng Gribig. (Malang)



Makam ini terletak pada perbatasan antara Kec. Kedungkandang (desa Madyopuro) dengan Kec. Tumpang dan Kec. Tajinan. Ki Ageng Gribig dipercaya sebagai orang linuwih yg menumbali/memagari Kota Malang. Ditempat ini energi positif terasa begitu kuat. Ketika kita bersemedi atau berdzikir ditempat ini, tak jarang cahaya kebiru-biruan terlihat disekitar makam. Para pelaku supranatural sering melakukan olah laku ataupun menarik benda pusaka di tempat ini. Meskipun tempat ini mempunyai energi positif, namun tak jarang para pelaku supranatural di ganggu oleh jin jail disekitar tempat ini.

Pada Peringatan malam 1 syuro, Bpk walikota/bupati selalu mengadakan pertunjukan wayang kulit di tempat ini. menurut pengamatan orang yang pernah ke tempat tersebut, terdapat satu pusaka yg tertancap didalam pohon yg belum diambil/ditarik oleh para pelaku spiritual, entah mengapa..
 
2. Kali (sungai) Metro. (Malang)



Kali metro adalah anak Kali Brantas yang terletak di sepanjang Kecamatan Sukun sampai Kota Kepanjen Kab. Malang, namun tempat yg energinya terasa kuat berada di dsn. Bebekan ds. Bandulan Kec Sukun. Pada malam2 tertentu terutama pada bulan syuro, kita bisa menjumpai para pelaku supranatural yg melakukan tapa kungkum (berendam) untuk menyucikan diri dan untuk menambah ato memperoleh kekuatan supranatural. mereka yg melakukan tapa kungkum (berendam) tidak hanya bangsa manusia namun juga bangsa jin(pada malam 1 s/d malam 10 syuro).

Di desa bebekan terdapat seorang linuwih yg beraliran kejawen yg dikenal dng nama "Eyang Pipo" beliau berumur kurang lebih antara 55-63th. Nara sumber (penulis sebelumnya) sempat mampir bersilaturahmi ke rumah Eyang Pipo, merasakan energi yg begitu kuat pada Beliau yg sengaja ditutup-tutupi (dikunci agar orang lain tidak tahu). beliau mempunyai beberapa murid dr berbagai kota. Murid - murid ini berkumpul 1 th sekali yaitu pada malam 1 syuro ato pada tgl 1 syuro(malam hari).

3. Candi Singosari / Candi Kendedes. (Malang)



Candi Singosari terletak di desa Candi Renggo Kecamatan Singosari, Malang. Cara pembuatan candi Singhasari ini dengan sistem menumpuk batu andhesit hingga ketinggian tertentu selanjutnya diteruskan dengan mengukir dari atas baru turun ke bawah. (Bukan seperti membangun rumah seperti saat ini).Candi ini berlokasi di Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, (sekitar 10km dari Kota Malang) terletak pada lembah di antara Pegunungan Tengger dan Gunung Arjuna di ketinggian 512m dari permukaan laut.

Berdasarkan penyebutannya pada Kitab Negarakertagama pupuh 37:7 dan 38:3 serta Prasasti Gajah Mada bertanggal 1351 Masehi di halaman komplek candi, candi ini merupakan tempat "pendharmaan" bagi raja Singasari terakhir, Sang Kertanegara, yang mangkat pada tahun 1292 akibat istana diserang tentara Kediri. Kuat dugaan, candi ini tidak pernah selesai dibangun.
Candi Singosari atau yang sering disebut dengan nama Candi Ken Dedes. Candi Singosari merupakan tempat dimakamkannya Raja Kertanegara ( 1268 - 1292 ) sebagai Bhirawa atau dewa Syiwa dalam bentuk ganas.

Komplek percandian menempati areal 200m×400m dan terdiri dari beberapa candi. Di sisi barat laut komplek terdapat sepasang arca raksasa besar (tinggi hampir 4m, disebut dwarapala) dan posisi Gada (Senjata ) menghadap kebawah, ini menunjukkan meskipun penjaganya raksasi "RAKSASA" tapi masih ada rasa kasih sayang terhadap semua mahkluk hidup dan ungkapan selamat datang bagi semuanya. Dan posisi arca ini hanya ada di Singhasari, tidak ada di tempat ataupun kerajaan lainnya. Dan di dekatnya arca Dwarapala terdapat alun-alun. 
 
Hal ini menimbulkan dugaan bahwa candi terletak di komplek pusat kerajaan. Letak candi Singhasari yang dekat dengan kedua arca dwarapala menjadi menarik ketika dikaitkan dengan ajaran Saiwa yang mengatakan bahwa dewa Siwa bersemayam di puncak Kailasa dalam wujud lingga, batas Timur terdapat gerbang dengan Ganesha atau Ganapati sebagai penjaganya, gerbang Barat dijaga oleh Kala dan Amungkala, gerbang Selatan dijaga oleh Resi Agastya, gerbang Utara dijaga oleh Batari Gori. Karena letak candi Singhasari yang sangat dekat dengan kedua arca tersebut yang terdapat pada jalan menuju ke gunung Arjuna, penggunaan candi ini diperkirakan tidak terlepas dari keberadaan gunung Arjuna dan para pertapa yang bersemayam di puncak gunung ini pada waktu itu.

Bangunan candi utama dibuat dari batu andesit, menghadap ke barat, berdiri pada alas bujursangkar berukuran 14m×14m dan tinggi candi 15m. Candi ini kaya akan ornamen ukiran, arca, dan relief. Di dalam ruang utama terdapat lingga dan yoni. Terdapat pula bilik-bilik lain: di utara (dulu berisi arca Durga yang sudah hilang), timur yang dulu berisi arca Ganesha, serta sisi selatan yang berisi arca Siwa-Guru (Resi Agastya). Di komplek candi ini juga berdiri arca Prajnaparamita, dewi kebijaksanaan, yang sekarang ditempatkan di Museum Nasional, Jakarta. Arca-arca lain berada di Institut Tropika Kerajaan, Leiden, Belanda, kecuali arca Agastya.

Tak jauh dari candi ini terdapat sebuah kolam sumber air Pemandian Watu Gedhe yg dipercaya sebagai tempat mandi Raja Singosari. Tempat ini mempunyai aura pengasihan yg kuat. Beberapa orang percaya Ritual Kungkum pada malam2 tertentu di tempat ini, dipercaya berguna untuk meningkatkan kharisma dan wibawa seorang laki-laki.


4. Museum Brawijaya. (Malang)



Beberapa kejadian aneh di dalam dan sekitar Museum Brawijaya. Konon, sebuah trim pada malam hari terlihat melintas dan berhenti di Museum Brawijaya (cerita dari masyarakat Sukun, Malang).
Dan baru-baru ini, sebuah acara di salah satu tv swasta juga menggunakan Museum Brawijaya ini sebagai lokasi.

Sumber :

Artikel Terkait



0 komentar:

Poskan Komentar

Like FP AnakGapteg yah.. Thanks...